Photoshop Jam 7

6 Jun

ImageImageImageImage

Advertisements

Jam 4

14 Mar

ImageImage

 

Jam 3

14 Mar

ImageImage

 

Jam 2

14 Mar

Image

ImageImage

Jam 1

14 Mar

Image

Image

Image

ini tugas photoshop dari om jayy~ sepertinya bakal banyak beginian di blog gue-_- hope you’ll just enjoy(:

Aside

Hai! Mau curhat…

24 Jan

Hai! Mau curhat dikit nih tentang liburan kemaren! Aku kemaren liburan ke Semarang, tapi nginep dulu di Cirebon. Yeay! Disana aku pergi bareng, tante, om, sama Kak Maya dan Kak Theresia 🙂 Jadi sebenernya yang ngerencanakan jalan-jalan ke Semarang itu mereka, cuman karena mereka “tidak tahu” jalan jadinya Papa ku deh yang menentukan jalan, mereka menngekor deh. Kita sampai di Cirebon sekitar 6 Jam kemudian. Alhamdulillah tidak nyasar! Kami memesan kamar di hotel tersebut (lupa namanya-_-) sebelah-sebelahan loh! Setelah itu kita langsung bergantian untuk mandi, siap-siap deh untuk makan malam. Tapi, setelah semuanya selesai tidak semuanya ingin ikut (termasuk aku) jadinya hanya sebagian yang beli makanan, kita hanya nitip :p. Besoknya., sekitar jam 8 pagi, kita siap-siap lagi untuk berangkat ke Semarang. Perjalanan sangat panjang, lebih parah dari perjalanan ke Cirebon. Tapi akhirnya kita sampai sekitar jam 5 sore di Hotel Grand Candi. Kami semua merasa lelah, makanya kita akhirnya kita tak berniat untuk kemana-mana. Let’s just call it a day Pagi setelah itu, kami akan berangkat ke Klenteng Sam Poo Kong. Di sana kami melihat berbagai batu-batu dan patung yang menarik. Dan ada batu ukiran yang menceritakan masuknya China ke Asia Tenggara. Kami juga berfoto-foto di sana hehe:p Setelah itu kami makan di Kampung Laut! Banyak makanan “seafood’ yang begitu enak dan terjangkau harganya! Disana kita juga dapat memancing loh! Kita harus bayar sekitar 20.000 per pancingan jika tidak membawa pancingan, termasuk umpannya juga! Papa ku akhirnya bersedia membeli 4! Selagi kita makan, Papa dan adik-adik ku memeancing, karena mereka telah selesai makan. Mereka sangat semangat karena ada orang lain yang mendapatkan ikan yang begitu banyak. Tetapi, usaha mereka tetap gagal . (Kasian ya…-_-) Walaupun tidak dapat apa-apa kita seneng kok bisa ngerasain gimana caranya memancing! Yeay! (kasian lagi gara-gara belom pernah mancing-_-) Dan akhirnya besok waktunya pulang! sebelum pulang paginya aku berenang dulu di hotel bareng adik-adikku sama Kak Maya&Theresa! Haha enak deh, soalnya abis itu kita bisa sauna:) Setelah itu kita siap-siap deh berangkat untuk pulang. Dan ternyata ini perjalanan sangat sangat lama karena kita ga berhenti ke Cirebon lagi, langsung pulang. Setelah kita sampai tol cikampek, kita ke Rest Area, sekalian makan malem. Setelah itu, sekitar jam 6 malam, kita pisah, karena om sudah tahu jalan pulang dan karena arah rumah kami berbeda. Setelah makan kita pun berpamitan dan akhir nya pulang! Setelah jam 8 lebih akhirnya kita sampai rumah! Walaupun kita senang bisa di Semarang, tapi kangen rumah juga. Kami pun menurunkan semua barang-barang yang berada di mobil dan tidur! This is probably the best vacation ever! Sekitar itu aja ya cerita linburanku, maaf kalo ada yang kurang jelas!

Kenapa Kita Tak Bangga Dengan Bahasa Indonesia?

19 Oct

Kenapa Kita Tak Bangga dengan Bahasa Indonesia?

Kenapa Kita Tak Bangga dengan Bahasa Indonesia?

Bahasa menunjukkan bangsa. Setiap bangsa pasti memiliki bahasanya sendiri, dan merasa bangga dengan bahasa mereka. Bahkan mereka berusaha keras untuk memperkenalkan bahasa bangsanya ke forum-forum international. Meskipun mereka tahu bahwa bahasa Inggris telah menjadi bahasa Internasional yang banyak dipakai oleh masyarakat dunia dalam berkomunikasi. Kebanggaan itu akan terlihat ketika mereka bernarsis diri dalam blog mereka seperti para peserta didik saya yang sangat bangga dengan sekolahnya. Lihatlah wajah-wajah mereka dalam foto di atas!

Saya tertegun sesaat, ketika salah satu sahabat saya bercerita tentang kunjungannya ke beberapa negara di Eropa. Orang Perancis sangat bangga dengan bahasa nasionalnya. Setiap turis asing yang melancong ke negerinya akan diarahkan untuk mengenal, dan mengerti bahasa Perancis. Begitupun dengan orang Jerman, dan Swiss. Berbeda sekali dengan negeri yang kita cintai ini. Kita justru lebih suka berbahasa Inggris daripada bahasa sendiri. Para turis asing yang berwisata ke negeri ini tidak kita arahkan untuk mengenal, dan mengerti bahasa Indonesia. Jarang sekali saya temui, ada turis asing dari manca negara yang langsung diajarkan bahasa Indonesia oleh guide atau pemandu wisata di negeri ini. Misalnya dengan kata-kata, “Hai apa kabar?” atau “Selamat datang di negeri impian dan negeri surgawi Indonesia”.

Hal yang lebih menyakitkan lagi, para guru di sekolah RSBI diminta menyampaikan materi pelajarannya dalam dua bahasa (Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia), dan kalau bisa bahasa Inggrisnya lebih ditonjolkan ketimbang bahasa Indonesia, karena sekolah sudah diharuskan untuk bertaraf internasional dengan menguasai bahasa Inggris. Padahal tidak seperti itu seharusnya penerapan bilingual dalam pembelajaran di sekolah.

Bahasa hanya sebagai sarana saja menyampaikan pesan. Jadi, bila seorang guru ingin pesannya sampai kepada para peserta didik, gunakanlah bahasa Indonesia dalam menyampaikan materinya, dan bukan memakai bahasa Inggris yang terlihat keren didengar, tetapi tidak dipahami pesannya oleh peserta didiknya. Oleh karenanya, penerapan dua bahasa (bilingual) di sekolah-sekolah kita, terutama sekolah RSBI/SBI harus dievaluasi segera agar supaya generasi penerus bangsa ini bangga dengan bahasa Indonesia.

Bahasa Indonesia harus terus dipakai dalam dunia pendidikan kita. Posisinya tak boleh tergantikan dengan bahasa internasional. Bahasa Indonesia harus terus berkembang, dan dikembangkan oleh para guru di sekolah agar kesusastraan terus bermetamorforsis mencapai keindahannya. Bahasa Indonesia harus menjadi bahasa resmi di negeri sendiri dalam hal berkomunikasi. Dia harus menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Sebagai sarana komunikasi, bahasa juga mampu membangun keterampilan berkomunikasi, keterampilan menyampaikan pendapat, gagasan, dan pandangan dalam menyikapi suatu persoalan yang dihadapi dalam kehidupan pada era global ini. Keterampilan seperti itu tentu sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan zaman.Tak Terkecuali, para blogger yang telah memiliki blog sendiri di internet, dan mengelolanya secara mandiri.

Kenapa kita tak bangga dengan bahasa Indonesia?

Dalam perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini, blog berhasil merebut perhatian masyarakat dan menjadi trend yang sangat digemari, terutama di kalangan pengguna internet. Atas dasar itu, banyak lembaga menyelenggarakan lomba blog dengan maksud untuk memberikan penghargaan kepada pembuat blog yang bernilai unggul, baik dari sisi artistik, informatika, maupun kemanfaatan isi yang termuat di dalam blog tersebut.

Lomba itu diadakan untuk membiasakan diri para blogger agar mampu menulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan begitu seorang blogger akan memiliki peran tersendiri dalam mempublikasikan khasanah ilmu, dan kesusastraan Indonesia di ranah maya.

Para pengelola blog atau blogger seharusnya bangga dengan bahasa kita. Kebanggaannya itu harus dipublikasikannya dalam bentuk tulisan atau postingan di blog yang senantiasa mencerminkan kebanggaan dan kecintaan kepada bahasanya sendiri. Berusaha untuk menyuguhkan informasi yang dapat dipahami dan dimengerti dengan bahasa Indonesia yang mudah dicerna oleh siapa saja para pengguna inernet (netter) yang membaca blognya itu.

Kenapa kita tak bangga dengan bahasa Indonesia? Jawabnya, karena kita tidak membiasakan diri menulis dan membaca dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar. Oleh karena itu, peran guru TIK sangat penting agar mampu mengarahkan para peserta didiknya untuk mampu menulis dalam blog mereka dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sebagai seorang pengajar mata pelajaran TIK di SMP, hal di atas itulah yang saya lakukan. Saya pun mengumpulkan alamat link blog peserta didik dalam sebuah blog di http://materi-tik-smp.blogspot.com/. Dengan begitu, saya bisa memantau tulisan-tulisan mereka, dan mengambil tulisan terbaik untuk diterbitkan dalam majalah sekolah yang bernama GEMA SMP Labschool Jakarta. Mari bangga berbahasa Indonesia.
(sumber: http://wijayalabs.com)